Beranda / NEWS / SARMI / Pemkab Sarmi Dorong Penguatan Kampung, Sekolah, dan Puskesmas Ramah Anak

Pemkab Sarmi Dorong Penguatan Kampung, Sekolah, dan Puskesmas Ramah Anak

SARMI, SARMINEWS.COM — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sarmi, Eduard Dimomonmau, secara resmi membuka kegiatan pelembagaan pada lembaga pemerintah, nonpemerintah, media, dan dunia usaha dalam rangka advokasi dan sosialisasi pelaksanaan kebijakan pemenuhan hak anak serta pengembangan Kampung Ramah Anak, Sekolah Ramah Anak, dan Puskesmas Ramah Anak, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Papua, tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua, Helena Ronsumbre, S.IP, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Anak DP2A Kabupaten Sarmi, Aksamina Krey, Kepala Distrik Sarmi Kota, Lurah Sarmi, perwakilan Diskominfo Sarmi, para kepala kampung, Forum Anak Sarmi, serta peserta kegiatan lainnya.

Dalam sambutannya, Eduard Dimomonmau menyampaikan bahwa anak merupakan aset terbesar yang dimiliki daerah dan bangsa. Menurutnya, anak-anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan di Kabupaten Sarmi sehingga pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak menjadi tanggung jawab bersama.

“Memenuhi hak-hak anak dan memberikan perlindungan yang maksimal kepada mereka bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban bagi kita semua,” ujar Eduard dalam sambutannya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sarmi terus menunjukkan komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Namun, upaya tersebut membutuhkan sinergi dan langkah nyata dari berbagai pihak, mulai dari lingkungan keluarga, kampung, institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan hingga fasilitas publik lainnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Pemkab Sarmi mendorong penguatan tiga pilar penting pelayanan anak di Distrik Sarmi. Pertama, Kampung Ramah Anak yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang dengan tetap memperhatikan nilai adat dan budaya setempat.

Pilar kedua adalah Sekolah Ramah Anak. Eduard menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga harus menjadi rumah kedua bagi anak yang aman, bersih dan terbebas dari kekerasan, perundungan maupun diskriminasi. Sementara itu, Puskesmas Ramah Anak menjadi pilar ketiga dengan mendorong pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap kebutuhan anak, ramah, menenteramkan serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

Eduard juga mengajak seluruh kepala kampung, kepala sekolah, kepala puskesmas dan tokoh masyarakat di Distrik Sarmi agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk membangun kerja bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menekankan pentingnya sistem pelayanan yang terintegrasi agar hak anak dapat terpenuhi dan perlindungan terhadap anak berjalan secara menyeluruh.

Ia berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi emas Kabupaten Sarmi sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Sarmi Layak Anak. Upaya tersebut, menurutnya, sejalan dengan visi Sapta Cita, yakni “Mewujudkan Kabupaten Sarmi yang Lebih Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.”(*)

Penulis : Anderson Esris /Admin : Rahmat
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *