SARMINEWS.COM : SARMI — Pemerintah Kabupaten Sarmi terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat penanganan dan penurunan angka stunting melalui program “SA’ KO BESTI”, yang merupakan singkatan dari ‘ Sarmi Komitmen Bebas Stunting. Slogan dan komitmen ini digunakan oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Sarmi, Papua, untuk mempercepat penurunan angka stunting demi mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas.

Program tersebut diluncurkan dalam rangkaian kegiatan “Semarak Pelayanan Publik & Kesehatan Masyarakat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dan diisi dengan berbagai pelayanan kepada masyarakat, termasuk launching penanganan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sarmi, yang berlangsung di halaman parkir Pasar Sentral Mararena, Kabupaten Sarmi, Papua, Sabtu (8/8/2026).
Launching dilakukan langsung oleh Bupati Sarmi Dominggus Catue, S.K.M., M.Kes., didampingi Wakil Bupati Sarmi Hj. Jumriati, SH, serta turut di hadiri oleh., Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sarmi Eduard Dimomonmau, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI/Polri, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta warga masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sarmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran TP3S Kabupaten Sarmi, Dinas Kesehatan, seluruh Puskesmas, pemerintah distrik, pemerintah kampung, TP PKK, serta semua pihak yang telah bekerja sama sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, keberhasilan program penanganan stunting membutuhkan keterlibatan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Bupati mengatakan, selama ini keberhasilan pembangunan sering kali diukur dari jalan yang dibangun, jembatan yang berdiri, maupun gedung-gedung yang megah. Namun, menurutnya, pembangunan yang paling penting adalah membangun manusia.
Sebab, pembangunan infrastruktur tidak akan memiliki arti yang besar apabila anak-anak di daerah tersebut tidak tumbuh sehat, tidak memperoleh gizi yang cukup, dan tidak memiliki kesempatan berkembang secara optimal.
“Karena sehebat apa pun pembangunan yang kita lakukan, semuanya tidak akan berarti apabila anak-anak kita tidak tumbuh sehat, tidak memperoleh gizi yang cukup, dan tidak memiliki kesempatan berkembang secara optimal,” ujar Bupati Sarmi dalam sambutannya.
Ia menegaskan, penanganan stunting bukan semata-mata menjadi urusan sektor kesehatan, melainkan merupakan investasi bagi masa depan Kabupaten Sarmi. Karena itu, melalui program SA’ KO BESTI, pemerintah daerah ingin memastikan setiap anak di Kabupaten Sarmi memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, cerdas, dan kelak menjadi generasi yang mampu melanjutkan pembangunan daerah.

Sebagai bagian dari langkah nyata tersebut, Pemerintah Kabupaten Sarmi juga memulai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara serentak di seluruh Puskesmas. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan dan penurunan stunting, sekaligus meningkatkan pemenuhan kebutuhan gizi bagi masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi sasaran intervensi.
Bupati menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni untuk menandai dimulainya sebuah program. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi penegasan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan melalui kerja sama seluruh perangkat daerah.
Melalui semangat “SA’ KO BESTI, Pemerintah Kabupaten Sarmi berharap terbangun gerakan bersama untuk menciptakan generasi Sarmi yang sehat, cerdas, dan berkualitas, menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia sekaligus mewujudkan Kabupaten Sarmi yang lebih sehat dan hebat di masa mendatang.(*)
Penulis : Anderson Esris /Admin : Rahmat






