SARMI, SARMINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Sarmi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar kegiatan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak kewenangan kabupaten/kota, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan dengan subkegiatan pendampingan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak tersebut berlangsung di Kafe Grasia, Kampung Neidam, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Papua.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bupati Sarmi, Dominggus Catue, S.KM., M.Kes., yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sarmi, Flino C. Baransano, S.IP. Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,(DP3A), Kabupaten Sarmi, Sarce Samalina Kreeuw, S.H., para kepala bidang, peserta, pendamping, serta undangan lainnya.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan pemateri dari Pemerintah Provinsi Papua, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Papua, Selviana Yakoba Imbiri, S.KM., M.Ph.
Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Sarmi merupakan wadah partisipasi anak yang dibentuk pada 2025 dan memiliki masa bakti hingga 2027. Forum ini menjadi jembatan komunikasi antara anak dan pemerintah, sekaligus ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, pendapat, kebutuhan, serta berpartisipasi dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Dalam arahannya, pemerintah daerah menegaskan bahwa kegiatan pendampingan tersebut merupakan kelanjutan strategis setelah proses pembentukan kelembagaan FAD Kabupaten Sarmi. Jika sebelumnya fokus diarahkan pada pembentukan organisasi, maka tahap berikutnya diarahkan pada penguatan pembinaan dan pendalaman peran agar FAD menjadi wadah yang fungsional, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak di Kabupaten Sarmi.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap pembinaan terhadap anggota FAD dapat dilakukan secara berkelanjutan dan komprehensif. Para anggota diharapkan memiliki wawasan luas, karakter kuat, serta kemampuan menyuarakan aspirasi dan kepentingan anak-anak yang mereka wakili.
Selain itu, anggota FAD didorong memahami fungsi dan peran strategis organisasi, termasuk membentuk kelompok kerja (Pokja) atau divisi yang dapat memfokuskan kegiatan pada advokasi kebijakan serta kampanye-kampanye positif. FAD juga diharapkan mampu menjalankan peran sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam berbagai isu terkait anak serta menyusun rencana tindak lanjut yang nyata dan terukur.
Pemerintah Kabupaten Sarmi menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan FAD dan meminta seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk belajar, berdiskusi, serta menyusun langkah konkret ke depan.
Anak-anak Sarmi diharapkan tumbuh menjadi generasi yang kritis, kreatif, bertanggung jawab, dan mampu menjadi pemimpin masa depan yang membanggakan daerah, sekaligus memastikan aspirasi dan kepentingan anak dapat semakin terakomodasi dalam pembangunan Kabupaten Sarmi.(*)
Penulis : Anderson Esris /Admin : Rahmat






