Penulis : Anderson Esris
Penerbit : Rahmat
SarmiNews.com—Kabupaten Sarmi yang dikenal sebagai “Kota Negeri Seribu Ombak” memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, mulai dari wilayah pesisir hingga pegunungan, serta keragaman bahasa yang menjadi identitas masyarakatnya. Di balik keindahan tersebut, tersimpan sejarah panjang perjuangan para tokoh dalam membentuk daerah ini menjadi sebuah kabupaten definitif.
Salah satu tokoh pejuang yang masih tersisa hingga saat ini adalah Fredyk Sawefkoy. Ia dikenal sebagai tokoh pemuda pendiri yang aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya melalui wadah Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Mamberamo Sarmi (IPP MAMSAR).
Peran Fredyk Sawefkoy tidak hanya sebatas sebagai aktivis pemuda, tetapi juga sebagai sosok yang konsisten menyuarakan kepentingan masyarakat dalam proses pembentukan Kabupaten Sarmi. Ia menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah yang mengantarkan Sarmi menjadi daerah otonom.
Kabupaten Sarmi sendiri secara resmi dibentuk pada tahun 2003, dengan Eduard Fonataba sebagai pejabat bupati pertama. Pembentukan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Kabupaten Sarmi sendiri secara resmi dibentuk pada tahun 2003, dengan Eduard Fonataba sebagai pejabat bupati pertama. Pembentukan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Nama Sarmi memiliki makna yang mendalam, yang merupakan singkatan dari lima suku besar, yakni Sobey, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa. Hal ini mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan yang menjadi dasar berdirinya kabupaten ini.
Selain Fredyk Sawefkoy, terdapat pula tokoh-tokoh penting lainnya yang berperan dalam proses pendirian Kabupaten Sarmi, salah satunya almarhum Demianus Kyeuw Kyeuw, yang juga dikenal memiliki kiprah luas hingga menjabat sebagai Bupati Mamberamo Raya.
Dalam keterangannya kepada media di Sarmi pada Senin, 13 April 2026, Fredyk Sawefkoy mengajak generasi muda untuk lebih mengenal sejarah berdirinya Kabupaten Sarmi. Menurutnya, sejarah merupakan aset berharga yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap sejarah daerah akan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab dalam membangun Sarmi ke depan. Dengan semangat tersebut, generasi muda diharapkan mampu melanjutkan perjuangan para pendiri demi mewujudkan Sarmi yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan.(*)






