SARMINEWS, SARMINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Sarmi memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM) menuju target eliminasi tahun 2030.

Komitmen tersebut ditegaskan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Sarmi, Refelino Baransano, S.IP., saat mewakili Bupati Sarmi Dominggus Catue, S.KM., M.Kes., menutup Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Lintas Sektor Pencegahan dan Pengendalian ATM, Rabu (3/9/2026).
Dalam sambutanya, Refelino menegaskan, persoalan AIDS, TB, dan malaria bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi merupakan persoalan pembangunan daerah yang membutuhkan keterlibatan seluruh sektor. Karena itu, hasil forum harus diterjemahkan ke dalam perencanaan, program, kegiatan, serta dukungan anggaran sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah.
Ia juga meminta penguatan pencegahan hingga tingkat kampung melalui edukasi masyarakat, penemuan kasus secara dini, kepatuhan pengobatan, pendampingan pasien, pengendalian lingkungan, pemberantasan faktor risiko malaria, dan pengurangan stigma.
“Dan setiap kesepakatan harus memiliki tindak lanjut yang jelas, siapa melakukan apa, kapan dilaksanakan, sumber pembiayaannya dari mana, dan bagaimana mengukur hasilnya. Kita tidak membutuhkan lebih banyak kegiatan, tetapi kegiatan yang tepat sasaran dan memberikan dampak,” tegas Refelino.

Ia berharap Forum Kemitraan Lintas Sektor ATM dapat menjadi wadah koordinasi yang aktif, termasuk dalam pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan. “Satu tujuan, satu gerakan, satu komitmen menuju Kabupaten Sarmi bebas AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria,” pungkasnya.
Sebelum penutupan, kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Surat Kesepakatan Bersama Pemerintah Kampung dan warga tentang Pembentukan Kampung Siaga Peduli ATM. Kesepakatan ini menjadi langkah untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian ATM hingga tingkat kampung.
Di kesempatan yang sama, Ketua panitia, Tahigayang Butar Butar, mengatakan bahwa, jumlah peserta yang hadir saat ini meningkat dari 54 menjadi 58 orang. Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya perhatian dan keseriusan lintas sektor dalam penanganan ATM di Kabupaten Sarmi. Peserta juga telah menyusun rencana tindak lanjut (RTL) yang akan dievaluasi pada pertemuan berikutnya pada November 2026.
Selain itu, forum ini juga mendorong untuk penerbitan Surat Keputusan Forum Kemitraan ATM Kabupaten Sarmi serta surat edaran Bupati terkait advokasi dan dukungan pendanaan program ATM. Kedua kebijakan tersebut diharapkan menjadi payung hukum untuk memperkuat pelaksanaan program secara berkelanjutan di Kabupaten Sarmi, pungkasya. (*)
Penulis : Anderson Esris /Admin : Rahmat






